Loading...
Latar Belakang 2017-07-24T10:59:14+00:00

Latar Belakang

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam upaya melayani masyarakat menjadi salah satu kendala untuk mewujudkan good governance di instansi pemerintahan. Hal ini dapat dilihat dari kondisi output kinerja aparatur negara. Dalam upaya menuju profesionalisme aparatur negara perlu adanya perubahan pengelolaan SDM aparatur negara mulai dari rekrutmen, pembinaan karir, budaya kerja dan kesejahteraan pegawai yang disesuikan dengan kinerja dan profesionalisme pegawai sehingga harapan ke depan mampu memberikan pengaruh positif dalam proses pengembangan aparatur negara.

Pengembangan SDM terkait dengan penerapan dan aktualisasi good governance dapat dilakukan pada pemberdayaan individu dan pemberdayaan kelompok. Pemberdayaan individu meliputi proses peningkatan kompetensi (Bappenas, 2004).

Dengan dikeluarkannya UU Aparatur Sipil Negara (ASN) No. 5 tahun 2014 yang menjelaskan bahwa pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang terbagi dalam dua jabatan fungsional yaitu fungsioanl keahlian dan fungsional keterampilan. Serta diperkuat dengan PP No. 16 tahun 1994 tentang kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri. Dalam hal ini pemerintah melaksanakan pembinaan dengan memosisikan aparatur sesuai pada bidang dan keahliannya untuk mewujudkan aparatur negara yang memiliki profesionalisme dan kompetensi yang memadai, berdayaguna dan berhasilguna dalam melaksanakan tugas yang diemban.

Dalam rangka mendukung usaha pemerintah tersebut maka dirasakan perlu untuk melaksanakan suatu kegiatan Konferensi dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional Tahun 2017 dengan Tema “Peran Jabatan Fungsional sebagai Aparatur Sipil Negara dalam Era Reformasi Birokrasi melalui Peningkatan Kompetensi dan Sinergi untuk Negeri”.